Warga di bantaran Kali Sunter Pulogadung khawatir turap ambles lagi

Warga di bantaran Kali Sunter Pulogadung khawatir turap ambles lagi


Jakarta (LGMI NEWS) – Warga di lingkungan RW03 Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, khawatir dengan kondisi turap Kali Sunter yang sudah berulang kali ambles akibat faktor usia.

“Saya khawatir juga jalan di sini jadi ikut ambles. Soalnya sudah tiga lokasi turap di sini yang ambles tahun ini,” kata warga RT 04 RW 03 Pulogadung, Mulyono (41) di Jakarta, Senin.

Peristiwa terakhir turap ambles terjadi pada Senin pagi akibat peningkatan debit Kali Sunter saat terjadi hujan lebat.

Infrastruktur berupa campuran semen dan pasir untuk memplester dinding sungai itu ambles kurang lebih 25 meter pada bagian atas yang menopang pondasi Jalan Cinta.

Warga yang bermukim di pinggir jalan lingkungan itu berinisiatif melokalisasi titik rawan longsor menggunakan tali yang diikat melingkari area tepi tebing turap sebagai tanda agar pelintas jalan berhati-hati.

“Kalau dibiarin terus bisa-bisa jalan kena juga. Itu kan turapnya sudah lama juga puluhan tahun,” katanya.

Baca juga: Hujan di Jakarta, truk terjebak di jalan ambles di Palmerah

Baca juga: Jalan ambles depan BLK Ciracas rawan kecelakaan

Sebelumnya pada Rabu (8/1) turap Kali Sunter juga ambles sepanjang 37 meter dengan tinggi 5 meter akibat terkikis air sungai.

Lurah Pulogadung Abdul Haris yang meninjau kondisi turap mengatakan gejala turap ambles di Jalan Cinta sudah terdeteksi sejak Jumat (16/10).

Jajaran kelurahan setempat telah memasang cerucuk kayu untuk menahan agar jalan tidak ambles.

“Tapi saat itu belum meluas seperti sekarang. Kemarin sudah saya laporkan ke Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Wali Kota Jakarta Timur. Sampai kemarin sore sudah tinjau sudah pasang alat berat, mungkin pekan ini dikerjain,” katanya.

Kepada warga, Haris sudah menyampaikan agar area yang rawan longsor di tebing kali untuk disterilkan dari aktivitas apapun, sampai perbaikan dilakukan.

“Longsor sebelumnya itu di bagian bawah, nah yang sekarang ini di atasnya. Waktu pengerjaan zaman dulu tidak ada penahan,” katanya.

Kepala Sudin SDA Jakarta Timur Santo yang dihubungi melalui sambungan telepon terkait penanganan di lokasi kejadian belum memberikan komentar.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//zuphaims.com/afu.php?zoneid=3065082