Tim SAR temukan jenazah anak terseret arus di Penjaringan


Jakarta (LGMI NEWS) – Tim SAR Jakarta Selatan akhirnya menemukan jasad anak yang hanyut di saluran air di kawasan Mampang Prapatan.

Setelah tiga hari melakukan pencarian, jasad korban ditemukan di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa.

“Alhamdulillah anaknya sudah ditemukan, di Kali Penjaringan, Jakarta Utara,” kata Kepala Damkar Sektor Mampang Prapatan Agus Guritno.

Agus yang juga Ketua Tim SAR pencarian anak hanyut di Kali Mampang menyebutkan, jenazah bocah laki-laki bernama Rizky Febriansyah berusia lima tahun dilaporkan pukul 15.30 WIB.

Identitas korban diketahui dari pakaian yang dikenakan sesuai dengan laporan orang tua, yakni anak bertubuh gemuk dan mengenakan celana pendek berwarna hijau.

“Keluarga korban juga sudah tiba di lokasi dan membenarkan benar anaknya,” kata Agus.

Jenazah korban berada di Polsek Kali Adem, Penjaring, Jakarta Utara, untuk selanjutnya dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah duka di wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel).

Baca juga: Belum ditemukan, SAR Jaksel esok lanjutkan cari anak terseret arus

Menurut Kepala Regu Damkar Sektor Mampang Prapatan, Rachmat, banyak faktor yang menyebabkan pencarian korban memakan waktu tiga. Salah satunya arusnya yang cukup deras saat peristiwa terjadi diduga menyeret tubuh anak hingga menuju hilir (Penjaringan).

Peristiwa anak tersebut jatuh ke gorong-gorong selebar satu meter dengan kedalaman 80 cm terjadi Minggu (1/11) petang sekitar pukul 15.30 WIB. “Saat arus air di saluran itu cukup deras,” kata Rachmat.

Saluran air tersebut terhubung ke Kali Mampang, jarak lokasi terjatuh menuju kali kurang lebih 300 meter.

Pada saat kejadian, kondisi kali juga sedang meluap dan berarus deras. Sekitar satu meter dari saluran air tersebut terdapat pintu air Kali Mampang.

“Saat kejadian posisi pintu air sedang terbuka, kemungkinan, setelah jatuh karena arus deras anak ini terbawa arus keluar dari pintu air,” kata Rachmat.

Petugas saat itu berkonsentrasi melakukan pencarian di sepanjang aliran air sepanjang 300 meter dengan membuka semua penutup gorong-gorong.

Namun keberadaan korban tidak ditemukan, hingga pencarian ditutup pukul 20.30 WIB. Pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua Senin (2/11) dengan melibatkan lima tim yang dibagi-bagi lokasi pencariannya.

Baca juga: Tim SAR evakuasi jasad remaja tenggelam di Kali Ciliwung

Tim SAR gabungan dari Damkar Jakarta Selatan, Basarnas, relawan mencari dari Kali Mampang meliputi wilayah Pasar Buncit, Pondok Karya, Kebalen, Setiabudi, Bendungan Hilir hingga ke Penjaringan, Jakarta Utara.

Hari kedua pencarian Tim SAR juga belum menemukan hasil, operasi SAR ditutup pukul 18.30 WIB.

Pada hari ketiga pencarian, Selasa (3/11) jasad korban ditemukan setelah tiga hari hanyut terseret arus hingga ke wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat jenazah ditemukan, pihak keluarga sudah berada di Polsek Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka sudah ikhlas atas musibah yang menimpanya.

Petugas Damkar Jakarta Selatan mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain air dekat saluran air saat musim hujan.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//whugesto.net/afu.php?zoneid=3065082