‘Sarapan dinamit’ rahasia kemenangan Morbidelli di GP Teruel


Aku makan dinamit untuk sarapan

Jakarta (LGMI NEWS) – Franco Morbidelli berkelakar sarapan dengan “dinamit” pada Minggu pagi sebelum tampil dominan menjuarai Grand Prix Teruel di Sirkuit Aragon, Spanyol.

Morbidelli meraih kemenangan keduanya di kelas premier setelah sebelumnya menjuarai Grand Prix San Marino bulan lalu.

Start dari P2, pebalap tim Petronas Yamaha itu menyintas drama di lap pembuka di mana sejumlah pebalap tumbang di beberapa tikungan setelah start.

Takaaki Nakagami, yang menjadi pebalap Jepang pertama yang meraih pole position di kelas premier dalam 16 tahun terakhir, tampil antiklimaks setelah terjatuh ketika memimpin lap pertama dan memberi jalan bagi sang pebalap Italia memimpin lomba hingga finis 23 putaran setelah itu.

Baca juga: MotoGP Teruel: Nakagami raih pole position perdana

Duet Suzuki Alex Rins dan Joan Mir kembali naik podium untuk kedua kalinya di Aragon setelah finis peringkat dua dan ketiga di belakang sang pebalap Italia.

“Aku makan dinamit untuk sarapan,” kata Morbidelli seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Baca juga: Morbidelli kalahkan duet Suzuki untuk juarai Grand Prix Teruel

“Aku merasa luar biasa di luar sana hari ini. Perasaan dengan motor ini luar biasa. Kami sedikit berjudi dengan pemilihan ban. Kami tahu kami harus melakukan sesuatu yang lebih, sesuatu yang lebih kuat dalam hal pemilihan ban.

Morbidelli ditempel ketat oleh Rins yang berjarak kurang dari satu detik di paruh kedua lomba.

Namun terbukti kombinasi ban depan medium dan ban belakang soft yang ia pilih bekerja lebih baik ketimbang pemilihan ban soft-soft sang pebalap Suzuki. Di lima putaran terakhir Morbidelli mampu memperlebar jaraknya untuk menjadi yang pertama melintasi garis finis 2,205 detik di depan Rins, yang pekan lalu juara di Aragon.

Baca juga: Morbidelli, Quartararo, Rossi start terdepan di GP Catalunya

Mir melengkapi podium untuk Suzuki setelah finis untuk kedua kalinya di Alcaniz dan menjaga posisi nya di pucuk klasemen dengan raihan total 137 poin, menjaga marjin 14 poin dari Fabio Quartararo yang membayangi di peringkat dua dengan tiga balapan tersisa.

Dengan 25 poin yang ia rebut hari itu, Morbidelli mengangkat dirinya ke peringkat empat, terpaut enam poin dari Maverick Vinales yang menduduki peringkat tiga, dan 25 poin dari Mir.

“Kemenangan itu untuk tim karena mereka bekerja sangat baik, luar biasa, hingga larut malam di pitbox mencari tahu apa pilihan yang tepat, setting terbaik untuk kami pakai,” kata Morbidelli.

Baca juga: Juara di Misano, Morbidelli ingin buktikan Rossi tak salah pilih murid

“Kami sekarang 25 poin terpaut dari pemuncak. Aku rasa kami harus tetap agresif seperti hari ini juga ketika di Valencia dan Portimao,” kata Morbidelli.

Bulan depan, sirkuit Valencia akan menjadi tuan rumah dua balapan beruntun, Grand Prix Eropa dan Valencia, sebelum seri pemungkas di Portugal pada 22 November.

Baca juga: Langkah pencegahan COVID-19 Spanyol tak pengaruhi MotoGP Valencia

Baca juga: Indonesia bakal punya tim di MotoGP tahun depan, diresmikan 28 Oktober


 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//whugesto.net/afu.php?zoneid=3065082