Resmi IPO, Harta Djaya Karya raih Rp49,44 miliar untuk beli alat kerja

Resmi IPO, Harta Djaya Karya raih Rp49,44 miliar untuk beli alat kerja

Dana IPO akan digunakan untuk membeli aset tetap, berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek kemudian sewa bangunan, kendaraan, dan pengembangan sistem informasi

Jakarta (LGMI News) –

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi mencatatkan saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan meraih dana segar senilai Rp49,44 miliar yang akan digunakan untuk membeli peralatan kerja.

“Dana IPO akan digunakan untuk membeli aset tetap, berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek kemudian sewa bangunan, kendaraan, dan pengembangan sistem informasi,” ujar Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.

Lanjutnya, sebagian dana hasil IPO juga akan dialokasikan untuk modal kerja, seperti pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain interior, serta pengadaan furnitur.

“PT HDK berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas tinggi, inovatif, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Kami percaya bahwa melalui layanan terintegrasi, akan terus menjadi pilihan utama dalam industri desain dan konstruksi interior,” ujar Richie.

Selama penawaran umum pada 31 Januari sampai 6 Februari 2024, MEJA menawarkan 480 juta saham baru atau setara dengan 25,03 persen dari modal disetor setelah IPO, dengan harga Rp103 per saham.

“Melalui IPO, perseroan akan memperoleh sumber daya yang lebih besar untuk mendukung implementasi inisiatif keberlanjutan yang telah direncanakan,” ujar Richie.

Richie menyebut, aksi IPO akan memberikan momentum tambahan bagi perseroan, sehingga dapat mempercepat dan memperkuat pertumbuhan secara lebih efisien melalui peningkatan skala ekonomis di masa mendatang.

Dalam aksinya, perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek.

Direktur Investment Banking MNC Sekuritas Hary Herdiyanto menyebut keunggulan dan kekuatan utama perseroan yaitu kemampuannya dalam melewati krisis akibat pandemi COVID-19 di saat sektor penopangnya (properti & konstruksi) terdampak.

“Perseroan memiliki kemampuan mencatatkan marjin yang cukup baik, serta potensi pertumbuhan yang besar di masa mendatang, khususnya akibat rebound sektor properti dan konstruksi yang diharapkan terjadi pasca pandemi COVID-19,” ujar Hary.

Bersamaan dengan IPO, perseroan menerbitkan sebanyak 480 ribu Waran Seri I, dengan rasio setiap pemegang satu saham baru berhak memperoleh satu waran seri I, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp115 per saham.

Sebagai informasi, PT HDK bergerak di bidang industri konsultasi desain, konstruksi interior, dan pabrikasi furnitur, dan sedang memperluas layanan dengan menawarkan konsultasi desain komprehensif, mulai dari perencanaan ruang hingga pemilihan bahan.

Baca juga: BEI: Perlindungan investor kini jadi perhatian utama investor global

Baca juga: Unilever Indonesia raup laba bersih Rp4,8 triliun pada 2023

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 33,18 poin

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © LGMI News 2024

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *