Presiden meyakini perekonomian Indonesia akan pulih

Presiden meyakini perekonomian Indonesia akan pulih


Dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini insya Allah mampu untuk segera ‘recovery’

Jakarta (LGMI NEWS) – Presiden RI Joko Widodo meyakini perekonomian Indonesia, yang mengalami kontraksi akibat pandemi COVID-19, akan segera pulih kembali.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan secara virtual pada Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-56 Partai Golkar sebagaimana disiarkan melalui video YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.

“Dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini insya Allah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan,” kata Presiden dalam video yang disaksikan di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Survei: Publik percaya Jokowi mampu atasi pandemi dan resesi

Presiden mengatakan pandemi COVID-19 membawa dampak buruk yang luar biasa dan telah menciptakan efek domino, mulai dari masalah kesehatan hingga sosial dan ekonomi.

Seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya, mulai dari tingkatan rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga korporasi.

“Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi. Tak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita, Indonesia” uja dia.

Kepala Negara menjelaskan sebelum pandemi, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar lima persen. Pada 2019 misalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen.

Akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen pada triwulan pertama dan minus 5,32 persen pada triwulan kedua 2020.

Namun, Presiden meyakini pemulihan ekonomi akan segera terjadi.

Hal tersebut terlihat dari pergerakan berbagai indikator strategis selama triwulan ketiga 2020 yang telah menunjukkan perbaikan dengan harga-harga pangan seperti beras tetap terjaga.

Selain itu, jumlah penumpang angkutan udara pada Agustus 2020 naik 36 persen dari bulan sebelumnya.

Neraca perdagangan September 2020 juga surplus 2,44 miliar dolar AS. Purchasing  managers index (PMI) juga mulai memasuki tahap ekspansi kembali dan telah terjadi peningkatan konsumsi.

“Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas,” jelas Presiden.

Pada awal sambutannya, Presiden juga tak lupa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-56 bagi Partai Golkar.

“Semoga Partai Golkar yang sudah besar sekarang ini terus besar dan berkontribusi untuk Indonesia Maju,” kata dia.

Baca juga: Presiden: Manufaktur dan indikator ekonomi lainnya mulai membaik

Baca juga: Airlangga: Pelemahan terdalam di kuartal II, kini ekonomi siap pulih

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Kelik Dewanto
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//whugesto.net/afu.php?zoneid=3065082