KKP gandeng asosiasi dan LSM dalam pelatihan kebun karang

KKP gandeng asosiasi dan LSM dalam pelatihan kebun karang


Ini kita laksanakan di Bali karena Bali diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Ke depan, jika program ini berjalan dengan sukses, kita bisa terapkan di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia

Jakarta (LGMI NEWS) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng asosiasi dan LSM untuk melatih ratusan warga Bali agar mahir dalam proses pembangunan kebun karang guna mendukung restorasi terumbu karang atau ICRG (Indonesia Coral Reef Garden).

“Ini kita laksanakan di Bali karena Bali diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Ke depan, jika program ini berjalan dengan sukses, kita bisa terapkan di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia,” kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP TB Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Ia memaparkan, pelatihan yang digelar secara paralel di lima lokasi yaitu Nusa Dua, Pandawa, Sanur, Serangan dan Buleleng, melibatkan kurang lebih 125 peserta di setiap lokasi dengan menggandeng beberapa lembaga di antaranya Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII), Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) dan Yayasan Lautan Kebun Koral sebagai pelaksana kegiatan.

TB. Haeru Rahayu yang akrab dipanggil Tebe memastikan bahwa pelaksanaan ICRG sebagai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Tebe juga menyampaikan bahwa program ICRG ini menargetkan 11.000 tenaga kerja padat karya dengan total anggaran yang digulirkan Rp111,2 miliar.

Oleh karena itu, ujar dia, dukungan semua pihak baik pemerintah daerah, praktisi, LSM, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program ini.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan AKKII Dirga Adhi Putra Singkarru menyampaikan pelaksanaan ICRG di Pandawa dan Nusa Dua yang menjadi wilayah kerjanya ke depan bisa melibatkan banyak warga.

“Kami yakin untuk di Pandawa dan Nusa Dua saja akan menyerap kurang lebih 5.000 sampai dengan 6.000 tenaga kerja yang terdampak COVID-19,” ungkap Dirga.

Salah satu peserta pelatihan pembangunan coral garden, I Komang Suarsa mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan ini. Salah satu yang mendorong keikutsertaannya adalah karena karang di sekitar tempat tinggalnya sudah mulai rusak.

“Dengan program ini, saya ingin membantu memulihkan karang di tempat saya, dan bisa menjadi daya tarik wisata yang akan membangkitkan kembali perekonomian warga yang terdampak COVID-19,” ujar Komang.

Sebelumnya, program restorasi terumbu karang terluas di Indonesia ini diluncurkan secara daring oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Kelautan Edhy Prabowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster pada awal Oktober 2020.

Baca juga: Kurangi dampak ekonomi, restorasi terumbu karang di Badung diapresiasi

Baca juga: Program restorasi terumbu karang terbesar ditargetkan selesai Desember

Baca juga: Menteri Edhy: Menanam satu koral sama dengan 20 pohon

Baca juga: Buleleng terpilih jadi tempat restorasi taman terumbu karang Indonesia

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//stawhoph.com/afu.php?zoneid=3065082