Inggris dorong akselerasi “telemedicine” Indonesia, jangkau daerah 3T


Indonesia memiliki berbagai potensi yang dibutuhkan untuk mengembangkan layanan dan teknologi kesehatan digital. […] Saya meyakini bahwa ini akan membawa banyak manfaat bagi lebih dari 269 juta masyarakat Indonesia yang tersebar di 17,504 pulau

Jakarta (LGMI NEWS) – Inggris memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam bidang layanan medis jarak jauh atau telemedicine, untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas hingga daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T), khususnya di masa pandemi COVID-19.

Pemerintah kedua negara, melalui Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan Kementerian Kesehatan RI, menggelar lokakarya mengenai akselerasi pemanfaatan telemedicine berbasis komunitas pada 2-3 November 2020, yang dilangsungkan secara virtual.

Telemedicine berbasis komunitas sangatlah penting bagi Indonesia yang merupakan negara keempat dengan populasi terbesar dunia,” kata dr. Achmad Yurianto, Staf Ahli Menteri Kesehatan RI Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, dikutip dari pernyataan pers yang diterima LGMI NEWS di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menyambut tren pengobatan jarak jauh

Baca juga: Kominfo: penggunaan aplikasi telekonferensi naik lebih 400 persen

“Indonesia memiliki berbagai potensi yang dibutuhkan untuk mengembangkan layanan dan teknologi kesehatan digital. […] Saya meyakini bahwa ini akan membawa banyak manfaat bagi lebih dari 269 juta masyarakat Indonesia yang tersebar di 17,504 pulau,” kata Achmad Yurianto menambahkan.

Lokakarya bersama pakar kesehatan internasional itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Indonesia-Inggris untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di sektor kesehatan, yang secara rinci diatur dalam nota kesepahaman (MoU) tertanggal 22 Juni 2020.

Inggris juga mendorong Kemenkes RI untuk menyusun regulasi mengenai telemedicine dan e-farmasi di Indonesia–yang dukungannya secara khusus disalurkan melalui Program Akses Digital dan Program Perdagangan Global, demikian menurut Kedutaan Besar Inggris.

Achmad Yurianto menyebut bahwa Kemenkes RI sedang berupaya “mengembangkan platform telemedicine untuk membuka akses pelayanan kesehatan yang aman, nyaman dan berkualitas seluas-luasnya”, yakni SehatPedia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, dalam acara yang sama, menyebut bahwa negara-negara di dunia sedang dan akan terus melakukan akselerasi dalam penggunaan layanan kesehatan dengan konsultasi jarak jauh demi mengurangi risiko penularan COVID-19.

“Inggris bangga akan inovasinya dalam sektor kesehatan digital dan sangat senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan Indonesia. Peraturan telemedicine yang tertata dengan baik sangat penting bagi pengembangan telemedicine dan penguatan jasa kesehatan digital saat ini dan di masa yang akan datang,” kata Jenkins.

Baca juga: Jutaan keluarga sudah terdaftar di portal satu data kesehatan

Baca juga: Jumlah konsultasi ke psikolog di telemedis melonjak saat pandemi

Pewarta: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//luvaihoo.com/afu.php?zoneid=3065082