Harga cengkeh anjlok, petani Parigi Moutong berharap bantuan pemda

Harga cengkeh anjlok, petani Parigi Moutong berharap bantuan pemda


Saya berharap pemerintah daerah setempat mendengar dan peduli agar mencari cara harga cengkeh kembali naik sehingga perekonomian petani cengkeh di sini dapat membaik

Parigi Moutong (LGMI NEWS) – Para petani di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengeluhkan harga cengkeh anjlok selama pandemi COVID-19.

“Tahun lalu cengkeh petani di sini dibeli Rp80 ribu per kilogram. Awal tahun 2020 harganya turun sekali hanya Rp30 ribu dan memasuki musim panen saat ini harganya hanya Rp50 ribu,” kata petani cengkeh di Desa Laemanta Utara Rahmatia kepada LGMI NEWS, Selasa.

Padahal beberapa tahun lalu, lanjutnya, nilai jual cengkeh mencapai Rp140 ribu per kilogram. Meski anjlok, ia dan petani cengkeh di sana mau tidak mau terpaksa menjual cengkeh mereka dengan harga murah demi bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca juga: Harga anjlok, petani enggan jual cengkeh

Sebab, kata dia, bertani cengkeh merupakan satu mata pencaharian utama dan dari situ pula ia dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membesarkan tujuh anaknya.

“Belum pernah sekalipun ada pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong utamanya dinas pertanian datang kemari untuk meninjau dan mendengar keluhan kami,” ujarnya.

Senada dengan Rahmatia, petani cengkeh di Desa Amalalang Jamaluddin juga mengungkapkan keluhannya. Ia berharap pemerintah daerah (pemda) setempat dapat mengambil langkah cepat agar harga cengkeh tidak terus merosot.”Saya berharap pemerintah daerah setempat mendengar dan peduli agar mencari cara harga cengkeh kembali naik sehingga perekonomian petani cengkeh di sini dapat membaik,” ucapnya.

Baca juga: Petani keluhkan anjloknya harga cengkih di Sabang

Sementara itu Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Parigi Moutong Rahmatia menyatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk mengintervensi harga cengkeh sebab harga cengkeh sangat bergantung dengan permintaan pasar.

Ditambahkan lagi, kata dia, pandemi COVID-19 menyebabkan permintaan berkurang sehingga harga cengkeh turun.

“Kami selalu menyampaikan uneg-uneg dan keluhan para petani cengkeh kepada pemerintah pusat dalam setiap kesempatan. Kami telah meminta untuk mempermudah kegiatan memanen cengkeh para petani dengan mengusulkan alat pemipil cengkeh dan Insya Allah tahun 2021 terealisasi,” katanya.

Baca juga: Harga cengkih di tingkat petani semakin merosot

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Risbiani Fardaniah
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//luvaihoo.com/afu.php?zoneid=3065082