Dorong ekspor, BKHIT Maluku-Kementan pacu sertifikasi pengolahan ikan

Dorong ekspor, BKHIT Maluku-Kementan pacu sertifikasi pengolahan ikan

Sertifikat HACCP menjadi salah satu syarat ekspor khususnya produk ikan segar dan beku. Karena itu kami berupaya melakukan sertifikasi lebih banyak di unit pengolahan ikan

Ambon (LGMI News) – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku berkolaborasi dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan sertifikasi unit pengolahan ikan .

“Kami berupaya agar unit pengolahan ikan di Provinsi Maluku memiliki sertifikat kelayakan pengolahan, terutama sertifikasi Hazard Analisys and Critical Control Point (HACCP) agar ekspor perikanan masuk ke pasar luar negeri, ” Kata Kepala BKHIT Maluku Abdur Rohman, di Ambon, Jumat.

Pada tahun 2024 pihaknya menargetkan produk perikanan Maluku tembus pasar global dengan memiliki sertifikat HACCP. Sertifikat kelayakan pengolahan ikan menjadi jaminan bahwa unit pengolahan ikan telah menerapkan prinsip-prinsip penanganan dan pengolahan yang tepat dan benar.

“Sertifikat HACCP menjadi salah satu syarat ekspor khususnya produk ikan segar dan beku. Karena itu kami berupaya melakukan sertifikasi lebih banyak di unit pengolahan ikan,” katanya.

Baca juga: BKHIT Maluku gagalkan penyelundupan 16 satwa endemik Maluku

Ia menjelaskan sistem perdagangan dunia hanya mewajibkan adanya sertifikat HACCP agar industri bisa mengirimkan atau mengekspor produk mereka.

Sertifikat HACCP adalah suatu sistem jaminan mutu untuk mengendalikan bahaya yang dapat muncul dalam berbagai titik atau tahap produksi tertentu.

Di Indonesia, kata dia, pelaku industri harus mengantongi Standar Kelayakan Pengolahan (SKP) terlebih dulu, sebelum bisa mengajukan proses untuk mendapatkan HACCP.

Baca juga: BKHIT Papua Tengah sinergi bersama “stakeholder” kendalikan virus ASF

Selain ikan, lanjutnya, produk rumput laut juga harus mendapatkan sertifikasi HACCP oleh KKP, sehingga dengan adanya penambahan unit pengolahan ikan, dapat meningkatkan sertifikasi ekspor ke luar negeri.

Ia menegaskan Karantina Maluku selalu menjamin kesehatan dan keamanan produk hewan, ikan, tumbuhan, serta turunannya, agar masyarakat mendapatkan hasil yang maksimal dari seluruh komoditas yang diterima.

“Karantina Maluku terus berupaya untuk tetap menjaga seluruh komoditas pertanian dan perikanan yang dilalulintaskan agar memenuhi persyaratan serta bebas dari hama penyakit,” kata Abdul.

Baca juga: Sebanyak 660 kepiting bakau asal Maluku dikirim ke Singapura

 

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © LGMI News 2024

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *