Clarentia Prameta luncurkan mini album untuk anak Indonesia


Jakarta (LGMI NEWS) – Merasa prihatin dengan minimnya lagu anak yang sederhana dan berbahasa Indonesia, solois Clarentia Prameta meluncurkan mini album “Siklus 7 Lagu untuk Anak”.

“Bikin proyek ini karena waktu mengajar musik sehari-hari, rasanya lagu anak-anak yang sederhana dan berbahasa Indonesia itu kok kurang, tidak seperti jaman saya kecil dulu dengan lagu-lagu dari Pak Kasur atau Ibu Soed,” ujar Clarentia melalui pesan singkat kepada LGMI NEWS di Jakarta, Sabtu.

Mini album berisi tujuh lagu anak yang ringan dan mudah diingat ini, terinspirasi dari enam orang anak yang pernah diajar dan diasuh oleh Clarentia, sewaktu dirinya masih mengenyam pendidikan musik di Austria.

“Kala itu saya mulai mengenal dunia anak-anak yang begitu berwarna, dan karakter anak-anak yang berbeda,” kata dia.

Baca juga: Titi DJ jadi produser grup vokal anak Dear Juliets

Baca juga: Afgan bangkitkan semangat anak Indonesia lawan pandemi lewat lagu

“Siklus 7 Lagu untuk Anak” ini mencakup album musik (vokal dan piano) yang dirilis di berbagai platform digital seperti Spotify, Youtube, hingga iTunes.

Clarentia juga menyertakan buku partitur not balok beserta kord untuk masing-masing lagu. “Jadi melodinya bisa juga dimainkan di instrumen musik dan kordnya bisa dipakai untuk mengiringi. Selain itu, iringan pianonya juga tersedia untuk diunduh di Soundcloud,” tambah Clarentia.

Dari tujuh lagu tersebut, Clarentia juga meluncurkan single berjudul “Bintang-Bintang” dengan musik video animasi.

Meskipun mini album ini berisi tujuh lagu anak-anak, namun Clarentia ingin mini album ini dapat dinikmati oleh segala usia, termasuk pihak-pihak yang banyak berinteraksi langsung dengan anak-anak.

“Lagu-lagu ini dapat dinikmati anak-anak bersama keluarganya, saudaranya, atau teman-temannya, juga membangkitkan lagi jiwa anak-anak di dalam kita.”

Lebih lanjut Clarentia berharap supaya langkah yang dia anggap sederhana tersebut dapat mengisi kekosongan lagu anak Indonesia, dan menggugah musisi lainnya agar kembali berkarya dengan membuat lagu-lagu anak Indonesia.

Personal dan kekeluargaan

Proyek mini album ini disebut Clarentia sebagai proyek yang personal dan kekeluargaan, karena musik dan lirik dari seluruh lagu tersebut ditulisnya sendiri. Selain itu alunan piano dan vokal juga dilakukan sendiri.

“Sedangkan proses rekaman hingga artwork dibantu oleh sahabat-sahabat saya,” jelas Clarentia.

Untuk proses rekaman dilakukan di studio ArtSound dan dibantu oleh Aryo Seto. Sementara ilustrasi buku partitur dikerjakan oleh Okitya BP. Yastra dan artwork dibantu oleh Novel Various Rizal.

“Untuk video animasi di single ‘Bintang-Bintang’ dibuat oleh teman saya juga, Rahmawan Mahendra dan Ganang Aji. Dan tentunya didukung oleh teman-teman dari Bina Musik Jakarta,” tutup Clarentia.

 

Baca juga: Ciptakan ekosistem baru, Kemendikbud gelar lomba lagu anak

Baca juga: “Ku Ingin Sekolah”, lagu penuh kerinduan dari Frengky Zega

Baca juga: Maisha Kanna rilis lagu “Doa” untuk wakili suara anak-anak

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
LGMI NEWS 2020

Ingin Berkomentar?

//luvaihoo.com/afu.php?zoneid=3065082